Post Icon

Sebait kata, Seucap Makna

Sebait kata, Seucap Makna

Andai kalian tahu, tak semua kebahagiaan itu terlukis erat di setiap wajah orang yang kita cintai, meskipun begitu, kita tak perlu takut untuk menyadari bahwa kelak mereka bahagia karena kita. Mungkin kalian tahu itu, selama dia yang menjadi bagian yang paling penting dihidupmu mengetahui apa isi hatimu yang tak pernah bisa kau utarakan. Kau tutupi, demi dia yang kau cinta..kau tahu, selama ini kau hanya berfikir, kelak mereka bahagia walau bukan dengan kita. Tapi, apa pernah kau melihat butiran airmata menetes dari pipi mereka. Tidak.
Karena mereka menutupinya diam-diam. Mereka sembunyikan sakit mereka. Kau tahu itu, mereka tersenyum,senyum yang mereka paksakan yang keluar dari hati yang mereka paksakan juga. Selama itu, kau tak mengerti mengapa dia yang kau cinta rela berkorban demi kau. Terpurukkah mereka menerima kenyataan itu? Tentunya mereka mengetahui, hanya saja amarah yang begitu kuat mendalam yang tak ada obatnya tega menusuk hati yang tulus itu....Oh, sakit....
Air mata yang jatuh laksana embun pagi yang bergelantung bebas di dahan, tak mempersulit sebagian kriteria dimana kau menyembunyikan senyum manismu. Kau tahu, cinta itu tak semudah membalikkan telapak tangan. You know what I mean!!

Seberkas cahaya itu, kau tahu tidak?? Menurutku itu suatu hal yang mustahil, kau tahu sinar itu dapat menembus kegelapan seperti halnya kamu. Kamu bagai mentari, tapi kamu tak tahu siapa sebenarnya kamu. Indah, tapi membisu...
Keberuntungan setiap kali kamu datang kepadaku layaknya kasih yang abadi. Terus saja menggangguku, hidup dengan abadi yang indahnya tak pernah kamu tahu. Kau tak mengerti dari itu semua. Jauh sebelum sinar itu ada, kamu telah menghiasi hari-hari ini.

Sedih dikala hujan adalah airmata yang tak tahu kemana larinya. Apa?? Masihkah kamu tak mengerti. Airmata itu datang, memang sakit tapi sebentar saja airmata itu akan berubah. Kebahagiaan?? Benarkah dia ada? Kamu tahu itu semua, tapi tetap saja, kamu salah.
Airmata itu tak pernah menangis, airmata itu kini bahagia. Katakan, kamu menangis. Tapi kamu tak pernah pungkiri bahwa yang kamu tangisi itu adalah airmatamu. Semenjak kamu kenal arti itu, kamu tak akan lagi sedih. Kau harus semangat. Biarlah orang mengatakan kamu buruk, tapi kamu..kamu sendiri yang dapat mengetahui apakah itu buruk atau sebaliknya.

Kamu ya, kamu...nggak ada seorangpun mampu mengubahmu kecuali diri kamu sendiri dan Tuhan. Kamu tahu. Kamu mempunyai jiwa yang sama dengannya. Setidaknya kamu sekarang bukanlah kamu yang dulu, dimana kamu nggak tahu apa-apa, dimana orang merendahkanmu. Dan sekarang kamu berubah. Coba lihat ke dalam, apa yang membuatmu berubah. Tentu saja karena hati kamu bergejolak untuk menerima perubahan postif dari diri kamu.
Andai kamu mengerti, orang-orang disana bangga atas diri kamu. Bangga melihat kamu. Apakah kamu tahu itu?
Biarlah orang mengatakan apa tentangmu. Yang tahu dirimu, hanyalah diri kamu sendiri dan tuhan. Yang dapat membuat perubahan besar hanyalah diri kamu sendiri dan begitu pula tuhan. Tuhan menyaynagimu sebagai mana kasih sayang kedua orang tua kamu. Bersyukurlah kamu mendapatkan itu semua.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar